Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Waspada, Ini Tanda-tanda Sakit Kepala Berbahaya

Signs of a Dangerous Headache

Sakit kepala sebetulnya tidak pandang bulu-bulu, dapat serang siapa dan kapan pun. Hal yang penting digarisbawahi, sakit di kepala yang tidak juga lebih baik, jangan dipandang sepele. Masalahnya ini dapat mengidentifikasi dari keadaan klinis yang serius.

Dalam umumnya kasus, sakit di kepala dapat berkurang sendirinya. Secara singkat tidak membutuhkan pengecekan dokter. Namun, apa yang terjadi jika sakit di kepala tidak juga lebih baik, bahkan juga sesudah konsumsi beberapa obat? Hmm, ini lain kembali ceritanya.

Lalu, seperti apakah sich tanda-tanda sakit di kepala yang beresiko, dan membutuhkan pengatasan dokter? Yok, baca pembahasan selengkapnya berikut ini.

Mengusik Pandangan sampai Kisah Kanker

Sakit di kepala yang tidak juga lebih baik dapat mengisyaratkan beberapa keadaan atau penyakit pada tubuh. Oleh karenanya, cepatlah jumpai dokter jika sakit di kepala tidak juga surut. Lalu, seperti apakah sich tanda-tanda sakit di kepala yang beresiko dan dicurigai?

Nach, berikut sejumlah tanda-tanda sakit di kepala yang beresiko:

  • Diikuti masalah pandangan.
  • Mual, muntah, pusing, ketidaktahuan, atau kehilangan kesadaran.
  • Demam atau leher kaku.
  • Permasalahan di telinga, hidung, kerongkongan, atau mata.
  • Berumur di atas 50 dan menderita sakit di kepala akut atau tipe sakit di kepala baru.
  • Sakit di kepala selesai cidera kepala.
  • Thunderclap headache, yakni sakit di kepala yang kronis dan tiba secara cepat. Sakit di kepala ini bisa mengalami perkembangan dalam 60 detik atau mungkin kurang.
  • Kekurangan atau kehilangan kendalian atas anggota badan atau perkataan.
  • Sakit di kepala terjadi sekitar dua ataupun lebih dalam satu minggu.
  • Tanda-tandanya makin kronis atau mungkin tidak lebih baik perlu sudah mendapatkan perawatan atau konsumsi beberapa obat yang diresepkan dokter.
  • Kesusahan jalankan kegiatan setiap hari.
  • Kepala berasa seperti diremas.
  • Sakit di kepala yang menggugah ketika tidur.
  • Punya kisah kanker, HIV, atau AIDS.
Ada Beragam Pemicunya

Sakit di kepala seperti beberapa gejala di atas dapat dipacu oleh beragam keadaan. Oleh karenanya, dokter umumnya akan jalani beragam pengecekan untuk menegakkan analisis. Pengecekan yang sudah dilakukan dapat berbentuk CT scan, MRI, PET scan kepala, EEG, atau pengecekan cairan otak.

Nach, saat pengecekan pendukung sudah dilaksanakan, dokter akan menegakkan analisis sama sesuai tanda-tanda dan hasil pengecekan. Nach, berikut beberapa keadaan yang dapat mengakibatkan sakit di kepala kronis atau sakit di kepala beresiko:

  • Tumor.
  • Abses otak (infeksi otak).
  • Hemorrhage (pendarahan dalam otak).
  • Meningitis virus atau bakteri (infeksi atau radang selaput yang tutupi otak dan sumsum tulang belakang).
  • Pseudotumor cerebri (kenaikan penekanan intrakranial).
  • Hydrocephalus (penimbunan cairan yang tidak normal di otak).
  • Infeksi otak seperti meningitis atau penyakit Lyme.
  • Ensefalitis (radang dan bengkak otak).
  • Gumpalan darah.
  • Trauma kepala.
  • Penyumbatan atau penyakit sinus.
  • Abnormalitas pembuluh darah.
  • Cidera.
  • Aneurisma.

~ Artikel Dengan Tema Tanda-tanda Sakit Kepala Berbahaya - ini Di Tulis Oleh Kairav Maheswara





Mungkin Anda selama ini bertanya-tanya, mengapa bisa terjadi gigi kuning padahal Anda telah rajin menyikatnya? Masalah gigi kuning memang tak jarang membuat beberapa orang menjadi tidak percaya diri. Di samping itu, banyak hal yang dapat memengaruhi warna gigi berubah menjadi kuning. Karenanya, sebagian orang bisa jadi merasa tidak percaya diri tentang penampilan mereka dan ragu-ragu untuk tersenyum.

Berikut faktor yang membuat gigi Anda berubah warna. Beberapa di antaranya meliputi:

Di Teruskan Oleh : Hesti Lili Susanti ( Penyebab Gigi Bisa Berubah Warna )