Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Vulvovaginitis - Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatannya

Vulvovaginitis ialah infeksi pada organ intim wanita. Keadaan ini bisa disebabkan karena beragam hal dan pengatasannya juga harus disamakan dengan pemicunya. Vulvovaganitis bukan keadaan yang serius, tapi kerap kali memunculkan merasa tidak nyaman dan mengusik.

Disamping itu, vulvovaganitis dapat mengakibatkan keputihan dengan berbau yang tidak lezat, rasa perih atau terbakar pada vagina, dan bengkak dan kemerahan pada vagina, vulva, dan perineum (tempat di antara vagina dan anus).

Ketahui Beberapa Factor Penyebab Vulvovaginitis

Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan infeksi atau iritasi pada vulva dan vagina, salah satunya:

Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis sebagai salah satunya pemicu vulvovaginitis yang terbanyak dijumpai. Keadaan ini terjadi karena perkembangan bakteri jahat dalam vagina yang bisa mengakibatkan infeksi.

Vulvovaginitis karena infeksi bakteri ini bisa memunculkan tanda-tanda vagina perih dan gatal, ngilu saat buang air kecil dan berhubungan seks, dan keputihan warna kelabu dan bau amis.

Infeksi jamur vagina

Vulvovaginitis dapat disebabkan karena infeksi jamur, yakni jamur Candida albicans. Infeksi jamur pada vagina ini biasanya diikuti dengan keputihan yang menggumpal dan memiliki tekstur seperti keju, dan vagina dan bibir vagina yang dirasa gatal atau perih.

Infeksi virus

Vulvovaginitis karena infeksi virus umumnya disebarkan lewat hubungan seks. Contoh-contoh penyakit infeksi virus yang bisa memunculkan vulvovaginitis ialah herpes kelamin dan HPV.

Pada wanita, penyakit herpes bisa memunculkan vulvovaginitis yang diikuti karena ada cedera dan lepuhan berisi cairan bening dan ngilu dan lebam di tempat kelamin. Dalam pada itu, infeksi virus HPV yang serang tempat kewanitaan bisa mengakibatkan tumbuhnya kutil kelamin.

Penyakit menyebar seksual

Salah satunya penyakit menyebar seksual yang bisa mengakibatkan vulvovaganitis ialah trickomoniasis. Penyakit ini biasanya diikuti dengan keputihan warna kuning kehijauan dan bau amis, dan rasa gatal dan perih di tempat vagina.

Selainnya trickomoniasis, chlamydia dan gonore dapat memacu infeksi pada organ intim wanita dan memunculkan tanda-tanda keputihan yang bau tajam dan rasa perih dan ngilu saat melakukan hubungan intim atau buang air kecil.

Infeksi parasit

Contoh-contoh infeksi parasit yang mengakibatkan vagina dan vulva meradang ialah infeksi cacing kremi, kudis, dan kutu kemaluan. Tanda-tanda vulvovaganitis yang karena infeksi parasit ini biasanya berbentuk rasa gatal dan iritasi disekitaran alat kelamin.

Reaksi alergi

Iritasi dan infeksi pada vagina dan vulva bisa juga terjadi karena paparan zat kimia seperti paraben, sodium sulfate, triclosan, dan dioxane. Zat kimia ini umumnya ada pada sabun mandi, detergen, sabun kewanitaan, bedak, minyak wangi, sampai kondom.

Reaksi iritasi atau alergi pada beberapa benda itu dapat membuat vulva dan vagina berasa gatal, lebam, dan kemerahan.

Selainnya keadaan klinis di atas, vulvovaginitis dapat terjadi pada wanita menopause dan wanita sesudah melahirkan. Ini disebabkan karena kandungan hormon estrogen yang turun pada babak itu.

Vulvovaginitis bisa juga muncul karena dampak factor yang lain, misalnya:

  • Bersihkan organ intim dengan tidak betul atau mungkin kurang terjaganya kebersihan vagina sepanjang menstruasi
  • Kenakan pakaian dalam yang bukan dengan bahan katun dan terlampau ketat
  • Memakai pembalut atau tampon kelamaan saat menstruasi
  • Biarkan tempat kelamin dalam keadaaan lembap dan basah, misalkan tidak selekasnya ganti baju sesudah berenang
  • Meredam buang air kecil sering

Beberapa Cara Pengobatan dan Pencegahan Vulvovaginitis

Sebab bisa karena oleh beberapa hal, Anda disarankan untuk memeriksa diri ke dokter supaya pemicunya bisa dijumpai dan diatasi secara tepat. Untuk tentukan pemicu vulvovaganitis, dokter bisa lakukan pengecekan fisik dan pengecekan pendukung, seperti test darah dan urine dan analitis cairan vagina.

Sesudah pemicunya dijumpai, dokter bisa memberi penyembuhan yang tepat. Misalkan untuk menyembuhkan vulvovaginitis karena infeksi bakteri, dokter bisa memberi antibiotik, dan vulvovaginitis karena infeksi jamur bisa diobati dengan obat antijamur.

Disamping itu, pada kasus vulvovaginitis yang kronis, dokter kemungkinan memberi obat kortikosteroid untuk kurangi infeksi dan iritasi pada vulva dan vagina. Dokter dapat memberi resep obat antihistamin untuk menangani keluh kesah gatal pada vagina dan vulva.

Supaya vulvovaginitis tidak kumat kembali, Anda bisa lakukan langkah-langkah penangkalan berikut ini:

  • Hentikan pemakaian produk yang bisa mengakibatkan iritasi, misalkan sabun pencuci kewanitaan yang memiliki kandungan minyak wangi
  • Bersihkan wilayah kewanitaan sama air hangat dan langsung mengeringkannya hingga tidak lembap
  • Bersihkan organ intim secara betul, yakni dari arah vagina ke arah anus
  • Memakai baju dalam yang kendur dan dengan bahan katun
  • Menghindar menggaruk sisi yang gatal karena bisa jadi parah iritasi dan memacu berlangsungnya infeksi
  • Jalani sikap sex yang aman dan sehat, yakni dengan memakai kondom dan tidak ganti pasangan seksual

~ Artikel Dengan Tema Vulvovaginitis - Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatannya - ini Di Tulis Oleh Rahayu Hastuti





Kulit siku dan lutut memang cenderung tampak lebih gelap daripada bagian tubuh lain karena ada beberapa faktor yang memengaruhi.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab siku dan lutut menjadi hitam.

Di Teruskan Oleh : Nilam Mandasari ( Penyebab Siku dan Lutut Menghitam )