Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Mitos atau Fakta, Preeklamsia dalam Kehamilan bisa Terulang

Menjadi kewajiban untuk ibu hamil dalam penuhi keperluan gizi dan nutrisi, dan teratur memeriksa keadaan kehamilan. Hal itu dilaksanakan untuk menahan masalah kesehatan sepanjang kehamilan, satu diantaranya ialah preeklamsia. Preeklamsia terjadi saat ibu hamil alami kenaikan tekanan darah yang dibarengi ada protein dalam urine. Bila tidak selekasnya ditangani, keadaan ini mencelakakan untuk ibu atau bayi dalam kandungan.

Walau beresiko, ibu seharusnya ketahui tanda-tanda lebih cepat agar selekasnya diatasi secara baik. Disamping itu, keadaan ini bisa dihindari supaya ibu terbebas dari preeklamsia. Lantas, apa kehamilan pertama dengan preeklamsia tingkatkan resiko yang serupa pada kehamilan ke-2 ?

Apakah benar Preeklamsia Bisa Terjadi Berulang-ulang?

Pada intinya, preeklamsia dapat terjadi pada siapapun. Dikutip dari American Pregnancy Association, ada banyak barisan ibu hamil yang rawan alami preeklamsia, seperti ibu yang jalani kehamilan untuk pertama kalinya, mempunyai kisah keluarga dengan preeklamsia saat jalani kehamilan, kehamilan kembar dua ataupun lebih, jalani kehamilan di umur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun, mempunyai tekanan darah tinggi atau masalah ginjal, dan wanita dengan keadaan kegemukan.

American Pregnancy Association menjelaskan, wanita yang pernah alami preeklamsia pada kehamilan pertama, masih mempunyai resiko untuk kembali merasakannya di kehamilan ke-2 dan sebagainya. Lantas apa yang mengakibatkan seorang ibu alami preeklamsia?

Dikutip dari National Health Servis UK, preeklamsia bisa terjadi karena ada masalah pada plasenta, yakni saat plasenta tidak berkembang secara baik hingga saluran darah di antara ibu dan bayi untuk menyuplai oksigen dan kebalikannya jadi terusik.

Tentu saja, masalah pada plasenta mempengaruhi pembuluh darah si ibu yang mengakibatkan tekanan darah jadi tinggi. Tidak itu saja, keadaan ini bisa mengakibatkan terusiknya peranan ginjal yang mengakibatkan protein yang semestinya ada pada darah jadi keluar bersama urine.

Ibu, Ketahui Tanda-tanda Preeklamsia untuk Mencegah Kompleksitas

Ibu seharusnya tak perlu cemas karena preeklamsia bisa dihindari. Ada banyak penangkalan yang dapat ibu kerjakan supaya terbebas dari preeklamsia. Dikutip American Pregnancy Association, cara-cara yang dapat ibu kerjakan untuk menahan preeklamsia dengan kurangi konsumsi makanan yang terlampau asin, penuhi keperluan cairan sehari-harinya, kurangi konsumsi makanan yang diolah dengan dimasak, jauhi makanan junk food atau cepat sajian, penuhi keperluan istirahat, kerjakan latihan enteng, dan jauhi rutinitas pola hidup buruk.

Selekasnya kerjakan pengecekan pada rumah sakit paling dekat saat ibu rasakan gejala-gejala, seperti ibu alami sakit di kepala terus-terusan, ada masalah pandangan, bengkak pada kaki, tangan, dan muka, napas sesak, berasa kecapekan terus-terusan, dan frekwensi buang air kecil turun.

~ Artikel Dengan Tema Preeklamsia dalam Kehamilan - ini Di Tulis Oleh Kairav Saefullah