Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Komplikasi Kehamilan Disebabkan Tekanan Darah Tinggi

Pregnancy Complications Caused by High Blood Pressure

Ada banyak peluang pemicu tekanan darah tinggi sepanjang kehamilan. Itu terhitung kegemukan, kurang olahraga, kehamilan pertama, kisah keluarga dengan hipertensi, kehamilan di atas 35 tahun, hamil dengan IVF, dan menderita diabetes atau penyakit autoimun tertentu. Seperti apakah kompleksitas kehamilan yang karena tekanan darah tinggi? Secara lengkap baca di sini!

Mengetahui Komplikasi Kehamilan karena Penekanan Darah Tinggi

Ibu hamil yang alami tekanan darah tinggi bisa tempatkan ibu dan bayi dalam resiko kesehatan. Bila tidak diatasi secara baik, kompleksitas kehamilan karena darah tinggi bisa menyebabkan preeklamsia external, eklamsia external, stroke, keperluan induksi persalinan (pemberian obat untuk mengawali persalinan), dan solusio plasenta (plasenta yang lepas dari dinding kandungan) pada ibu.

Dan untuk bayi, dia dapat alami persalinan prematur (kelahiran yang terjadi saat sebelum 37 minggu kehamilan) dan berat lahir rendah (jika bayi lahir dengan berat kurang dari 2 kg). Tekanan darah tinggi pada bumil dapat membuat bayi dalam kandungan kesusahan memperoleh cukup oksigen dan gizi untuk tumbuh, hingga ibu kemungkinan harus melahirkan bayi lebih cepat.

Penting untuk membahas permasalahan tekanan darah dengan team perawatan kesehatan. Jika ibu ingin berunding sama dokter, pakai saja Halodoc. Tanpa pakai repot, ibu dapat berunding sama dokter dimana dan kapan saja lewat Chat atau Voice/Video Call.

Penangkalan darah tinggi sepanjang kehamilan dapat dilaksanakan dengan beberapa usaha yang ditargetkan, bahkan juga saat sebelum kehamilan. Bila pasangan akan berencana kehamilan, bahas sama dokter dimulai dari:

  • Permasalahan kesehatan apa saja yang dipunyai dan tipe obat yang dimakan.
  • Jaga berat tubuh yang sehat lewat skema makan yang sehat dan kegiatan fisik yang teratur sebelum serta selama saat kehamilan
  • Buat janji perawatan pranatal awal dan teratur. Datangi tiap janji sama dokter atau pakar perawatan kesehatan.
  • Berbicaralah sama dokter mengenai obat apa saja yang akan diminum dan yang mana aman. Tidak boleh stop atau mulai minum obat tipe apa saja, terhitung obat bebas, tanpa konsultasi lebih dulu sama dokter.
  • Awasi tekanan darah di dalam rumah.
  • Tentukan makanan sehat dan jaga berat tubuh yang sehat.

Sesudah kehamilan juga tekanan darah perlu tetap dijaga. Lihat bagaimana hati ibu sesudah melahirkan. Bila alami tekanan darah tinggi sepanjang kehamilan, ibu mempunyai resiko semakin tinggi untuk terserang stroke dan permasalahan lain sesudah melahirkan. Beritahu dokter tentang ini selekasnya bila ibu mempunyai tanda-tanda preeklamsia sesudah melahirkan.

Kemungkinan Tekanan Darah Rendah

Di awal kehamilan, umumnya dari minggu kelima sampai tengah trimester ke-2 , tekanan darah wanita hamil sebetulnya dapat turun. Ini karena hormon kehamilan dapat menggairahkan pembuluh darah untuk melebar. Mengakibatkan ketahanan pada saluran darah tidak tinggi. Keadaan tekanan darah pada kehamilan bukan hanya kenaikan tetapi pengurangan. Ada banyak tanda-tanda tekanan darah rendah dimulai dari:

  • Sakit di kepala.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Berasa kurang kuat.
  • Kulit dingin dan lembap.

Menurut jurnal kesehatan Circulation, volume darah wanita bertambah sekitar 45 % sepanjang kehamilan. Ini ialah darah extra yang perlu dipompa jantung ke semua badan.

Ventrikel kiri (segi kiri jantung yang lakukan banyak pemompaan) jadi lebih tebal dan semakin besar. Dampaknya memungkinkannya jantung bekerja lebih keras untuk memberikan dukungan kenaikan volume darah.

Ginjal melepas kenaikan jumlah vasopresin, hormon yang mengakibatkan kenaikan penyimpanan air. Pada umumnya kasus, tekanan darah tinggi sepanjang kehamilan akan turun sesudah bayi dilahirkan. Dalam kasus di mana tekanan darah masih tetap tinggi, dokter kemungkinan memberi resep obat untuk mengembalikannya normal.

~ Artikel Dengan Tema Komplikasi Kehamilan - ini Di Tulis Oleh Teddy Wacana