Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak

Cancer That Often Attacks Children

Berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyakit tertentu, pola hidup tidak sehat, dan faktor lingkungan, kanker pada anak cenderung lebih banyak disebabkan oleh kelainan genetik atau faktor keturunan. Sebagian besar kasus kanker pada anak baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap akhir atau stadium lanjut. Padahal, peluang sembuh akan semakin tinggi jika kanker berhasil terdeteksi sejak awal dan ditangani sejak dini.

Salah satu penyebab mengapa kanker pada anak sering kali terlambat terdeteksi adalah karena kurangnya informasi dan pengetahuan orang tua mengenai penyakit kanker pada anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk mengetahui beberapa jenis kanker yang lebih sering muncul pada anak-anak beserta tanda dan gejalanya.

Berikut ini adalah beberapa jenis kanker yang sering menyerang anak:

Leukemia

Leukemia atau kanker darah adalah jenis kanker yang paling banyak dialami oleh anak-anak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dari semua jenis kanker yang menyerang anak, 28 persennya adalah leukemia. Jenis leukemia yang paling banyak terjadi pada anak-anak adalah leukemia limfositik akut dan leukemia mieloid akut.

Leukemia pada anak-anak dapat dikenali dari beberapa gejala berikut ini:

  • Sering lemas, cepat lelah, dan lebih rewel
  • Kurang nafsu makan
  • Berat badan anak berkurang drastis
  • Mudah memar, mimisan, atau gusi sering berdarah
  • Sering sakit atau terkena infeksi
  • Demam berkepanjangan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri tulang dan sendi

Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah kanker yang menyerang retina pada mata. Kanker ini sering dijumpai pada anak usia di bawah 5 tahun. Di Indonesia, kanker ini berada di urutan kedua dari jenis kanker yang sering menyerang anak setelah kanker darah.

Salah satu gejala awal dan khas dari retinoblastoma adalah munculnya “mata kucing”, yaitu kondisi ketika pupil mata anak tampak putih mengkilap saat matanya terkena cahaya.

Selain itu, retinoblastoma juga menimbulkan beberapa gejala lain, seperti mata merah dan bengkak yang tak kunjung membaik, mata juling, salah satu atau kedua bola mata anak membesar, atau anak mengeluh penglihatannya buram.

Kanker otak

Kanker otak juga termasuk dalam salah satu jenis kanker yang sering menyerang anak. Diperkirakan sekitar 25% kasus penyakit kanker pada anak merupakan kanker otak. Gejala kanker otak pada anak bisa berbeda-beda, tergantung ukuran, letak, dan tingkat perkembangan sel kanker atau stadium kanker.

Beberapa gejala kanker otak yang sering terjadi pada anak meliputi sakit kepala berulang, mual dan muntah, pandangan kabur, pusing, kejang, serta kelemahan atau kelumpuhan pada anggota gerak tubuh.

Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan kanker pada jaringan saraf yang sering menyerang anak usia di bawah 5 tahun, terutama anak laki-laki. Kanker langka ini dapat menyebar dengan cepat ke organ lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, sumsum tulang, hati, dan kulit.

Gejala neuroblastoma bisa bermacam-macam, tergantung bagian tubuh yang terserang. Jika menyerang daerah perut, gejalanya bisa berupa nyeri perut, sembelit, perut membengkak, selera makan berkurang, dan penurunan berat badan.

Bila neuroblastoma menyerang saraf tulang belakang anak, kanker ini bisa menyebabkan anak mengalami kelemahan anggota gerak, mati rasa, atau bahkan kelumpuhan.

Jika muncul di dada, neuroblastoma dapat menimbulkan gejala berupa nyeri dada serta sesak napas disertai mengi. Neuroblastoma yang muncul di otak bisa menyebabkan gejala berupa gangguan penglihatan, pupil mata tambak besar atau kecil sebelah, kelopak mata menurun, serta sakit kepala dan kejang.

Limfoma

Limfoma adalah nama lain dari  kanker kelenjar getah bening. Ada dua jenis linfoma, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Keduanya sama-sama sering menyerang anak, terutama anak berusia lebih dari 5 tahun.

Secara umum, limfoma ditandai dengan munculnya benjolan di beberapa bagian tubuh, seperti leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala lainnya bisa berupa demam, gatal-gatal, sesak napas, cepat lelah, batuk, berkeringat di malam hari, dan berat badan turun drastis.

Kanker tulang

Osteosarkoma adalah salah satu jenis kanker tulang pada anak yang sering terjadi, terutama di usia remaja. Gejalanya berupa nyeri tulang saat malam hari atau saat beraktivitas.

Seiring waktu, rasa nyeri disertai dengan pembengkakan di area tulang yang terkena kanker dan terasa sakit jika disentuh, sehingga membuat anak sulit bergerak. Osteosarkoma juga ditandai dengan rapuhnya tulang yang membuat anak rentan mengalami patah tulang tanpa sebab yang jelas saat beraktivitas.

Selain osterosarkoma, jenis kanker tulang yang cukup sering menyerang anak adalah sarkoma Ewing. Gejala sarkoma Ewing pada anak hampir serupa dengan osteosarkoma, yaitu demam tinggi, lemas, mudah lelah, dan berat badan anak berkurang secara drastis.

~ Artikel Dengan Tema Kanker yang Sering Menyerang Anak - ini Di Tulis Oleh Satya Sitompul S.Pd