Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Inilah Jenis, Penyebab dan Gejala pada Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Kanker ini umumnya berkembang perlahan dan baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh sebab itu, penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini sebelum timbul masalah serius.

Serviks atau leher rahim adalah bagian rahim yang terhubung ke vagina. Fungsinya adalah untuk memproduksi lendir yang membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim saat berhubungan seksual. Serviks juga berfungsi melindungi rahim dari bakteri dan benda asing dari luar.

Jenis Kanker Serviks

Kanker serviks terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Karsinoma sel skuamosa (KSS). Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker serviks yang paling sering terjadi. KSS bermula di sel skuamosa serviks, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim.
  • Adenokarsinoma. Adenokarsinoma adalah jenis kanker serviks yang bermula di sel kelenjar pada saluran leher rahim.
Meski jarang terjadi, kedua jenis kanker serviks di atas dapat terjadi secara bersamaan. Kanker juga bisa terjadi pada sel leher rahim selain sel skuamosa atau sel kelenjar, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab kanker serviks hingga saat ini masih belum diketahui. Namun, penelitian menunjukkan lebih dari 99% kasus kanker serviks terkait dengan HPV (human papilloma virus). HPV adalah kelompok virus yang menginfeksi leher rahim. Virus ini umumnya menular melalui hubungan seksual. Namun, tidak semua HPV menyebabkan kanker serviks. Dari 100 lebih tipe virus HPV, hanya 15 tipe yang terkait dengan kanker serviks, terutama HPV 16 dan HPV 18.

Seseorang akan lebih berisiko tertular infeksi HPV dan mengalami kanker serviks jika:

  • Mulai berhubungan seks di usia dini
  • Memiliki lebih dari satu partner seksual
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah (misalnya akibat HIV/AIDS)
  • Menderita infeksi menular seksual, seperti gonore, klamidia, dan sifilis
Infeksi HPV sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada sebagian wanita, infeksi HPV memicu kondisi pra-kanker yang disebut dengan displasia serviks. Jika tidak segera ditangani, kondisi pra-kanker ini bisa berkembang menjadi kanker dalam 5–30 tahun.

Selain infeksi HPV, ada beberapa faktor lain yang diketahui bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker serviks, yaitu:

  • Merokok
  • Mengonsumsi pil KB selama 5 tahun atau lebih
  • Melahirkan lebih dari 5 anak atau melahirkan di bawah usia 17 tahun
  • Mengonsumsi obat pencegah keguguran (dietilstilbestrol) dalam masa kehamilan
Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks umumnya baru memunculkan gejala saat sudah memasuki stadium lanjut. Keluhan yang dialami penderita kanker serviks bisa berupa:

  • Perdarahan melalui vagina di luar masa menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause
  • Keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina yang kadang bercampur darah
  • Timbul rasa sakit tiap berhubungan seksual
  • Nyeri panggul
Bila kanker semakin menyebar ke jaringan di sekitarnya, dapat muncul beberapa gejala lain, yaitu:

  • Sulit buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urine (hematuria)
  • Pembengkakan pada kaki
  • Diare
  • Buang air besar berdarah
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Perut membengkak
  • Tubuh mudah lelah
  • Kejang

~ Artikel Dengan Tema Jenis, Penyebab dan Gejala pada Kanker Serviks - ini Di Tulis Oleh Capa Tugiman Damanik S.H.