Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Inilah 5 Cara Menangani Preeklamsia pada Ibu Hamil

Preeklamsia menjadi masalah yang paling serius dan beresiko sepanjang kehamilan. Bersamaan dengan kenaikan tekanan darah wanita hamil. Hal itu bisa mengakibatkan kerusakan pada organ-organ penting, terhitung hati, otak, ginjal dan plasenta, dan malformasi serius pada bayi yang belum lahir.

Factor Resiko Terkena Preeklamsia

Berikut ialah faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko seorang wanita menderita preeklamsia:

  • Baru pertama kalinya hamil.
  • Pernah menderita hipertensi gestasional atau preeklamsia.
  • Memiliki keluarga yang sempat menderita masalah ini.
  • Sudah melahirkan banyak anak.
  • Wanita yang berumur kurang dari 20 tahun dan lebih dari 40 tahun.
  • Mempunyai tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal saat sebelum hamil.
  • Alami kegemukan.

Tanda-tanda Preeklamsia

Tanda-tanda dari preeklamsia terdiri jadi dua, yakni:

  • Preeklamsia enteng: Beberapa gejala saat berlangsungnya preeklamsia enteng ialah tekanan darah tinggi, penyimpanan air, dan ada protein dalam urine.
  • Preeklamsia berat: Tanda-tanda dari masalah saat hamil yang bisa terjadi ialah sakit di kepala, penglihatan buram, susah untuk mentolerir sinar jelas, kecapekan, mual atau muntah, ngilu pada perut atas kanan, napas sesak, dan gampang untuk alami bengkak. Bila kamu alami hal itu saat hamil, coba bahas sama dokter.

Cara Menangani Preeklamsia

Ada cara-cara yang bisa dilaksanakan untuk menangani preeklamsia yang terjadi. Hal itu bergantung pada berapa dekat tanggal kelahiran yang sudah diprediksi. Jika sangat dekat sama tanggal kelahiran dan bayi cukup masak, beberapa pakar klinis kemungkinan usaha untuk melahirkan bayi itu selekasnya mungkin.

Jika kamu menderita preeklamsia enteng dan bayi yang dikandung belum alami perubahan penuh, dokter kemungkinan mereferensikan cara-cara untuk menangani masalah yang bisa mengakibatkan banyak permasalahan itu. Diantaranya:

  • Memperbanyak istirahat dan langkah tiduran yang betul ialah ke segi kiri untuk ambil beban dari bayi.
  • Seringkali untuk mengecek kehamilan.
  • Konsumsi makanan dengan garam yang sedikit.
  • Minum air putih sekurang-kurangnya 8 gelas setiap hari.
  • Semakin banyak konsumsi makanan yang kaya protein

Jika kamu menderita preeklamsia berat, dokter kemungkinan berusaha untuk memberi obat tekanan darah, supaya si ibu bisa melahirkan dengan aman. Hal itu diimbangi dengan beristirahat cukup, peralihan skema makan, dan konsumsi suplemen.

~ Artikel Dengan Tema Cara Menangani Preeklamsia pada Ibu Hamil - ini Di Tulis Oleh Hesti Aisyah Wijayanti





Jerawat yang baru muncul memang menjengkelkan dan mengganggu penampilan. Terlebih lagi, apabila jerawat muncul di waktu yang tidak tepat, di saat harus menghadapi hari penting. Hal ini tentunya dapat membuat rasa percaya diri menurun. Lantas, apa yang harus dilakukan saat jerawat baru muncul?

Jerawat adalah masalah kulit yang umum dihadapi setiap orang. Ketika jerawat muncul, siapa pun tentu ingin tahu cara cepat menghilangkan jerawat. Meskipun menghilang jerawat dalam sehari adalah hal yang mustahil. Namun, kamu bisa melakukan beberapa hal ini untuk mengatasi jerawat yang baru muncul.

Langkah  Pertama saat Jerawat Baru Muncul
 
Menghilangkan jerawat dalam waktu sehari adalah hal yang mustahil. Namun, ada beberapa tindakan yang dapat segera dilakukan ketika jerawat baru muncul. Meskipun tidak langsung menghilangkan jerawat, setidaknya ada perubahan yang signifikan. Berikut ini cara yang bisa dilakukan:

  • Gunakan Produk Perawatan Jerawat

Produk perawatan bintik jerawat yang dijual bebas adalah pilihan baik jika kamu memiliki jerawat yang masih baru. Oleskan sedikit krim atau gel jerawat langsung ke jerawat yang baru muncul. Beberapa krim spot jerawat harus dibiarkan semalaman.

  • Oleskan Masker Sulfur

Jika produk perawatan spot jerawat tidak cukup membantu, cobalah untuk menggunakan masker sulfur. Pasalnya sulfur mampu membuka pori-pori yang tersumbat dan mengurangi peradangan, sehingga dapat membantu jerawat yang bengkak terlihat mengecil. 

Kamu dapat mengoleskan masker hanya pada jerawat atau ke seluruh wajah. Pastikan untuk menggunakan produk sesuai petunjuk yang tertulis dalam kemasan.

  • Kompres dengan Es Batu

Ini adalah trik yang sering digunakan oleh ahli kecantikan atau di klinik-klinik kecantikan. Mengoleskan atau mengompres es batu ke jerawat yang meradang dapat mengurangi kemerahan, bengkak, dan nyeri. Tindakan ini menjadi solusi untuk jerawat baru yang benjolannya belum keluar, tapi terasa sakit di bawah kulit.

Jika tidak ingin es batu langsung menyentuh kulit, maka bungkus terlebih dulu dengan kain lembut. Jangan kompres jerawat terlalu lama, cukup 20 atau 30 detik, dan istirahatkan satu menit atau lebih. Lakukan beberapa kali dalam sehari atau sebelum keluar rumah.

Perawatan setelah Pengobatan Jerawat

Jerawat yang sangat besar atau dalam dapat merusak tampilan kulit dan menyebabkan jaringan parut. Bekas jerawat adalah hal berikutnya yang harus diwaspadai. Meskipun ada perawatan khusus bekas jerawat, namun mencegah adalah tindakan terbaik. 

Perlu diketahui, pengobatan jerawat tidak hanya saat mengalami jerawat, tapi juga setelahnya. Langkah-langkah yang perlu dilakukan di antaranya, yaitu:

  • Hindari memencet atau mengorek jerawat dan bekasnya. Tindakan ini mampu merusak kulit dan meningkatkan risiko jaringan parut. 
  • Jaga rutinitas perawatan kulit, termasuk mencuci muka, pengelupasan kulit mati, dan menerapkan perawatan anti-jerawat.
  • Hindari menggosok kulit atau pengelupasan kulit berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan kulit memproduksi minyak secara berlebihan yang memperparah jerawat. 

Di Teruskan Oleh : Padma Siti Padmasari ( Mengatasi Jerawat yang baru Muncul )