Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Inilah 4 Cara Pemeriksaan untuk Deteksi Preeklamsia

Preeklamsia ialah kompleksitas kehamilan yang diikuti oleh tekanan darah tinggi dan pertanda kerusakan pada mekanisme organ lain, tersering pada hati dan ginjal. Preeklamsia umumnya diawali sesudah 20 minggu kehamilan pada wanita yang penekanan darahnya normal.

Bila tidak diobati, preeklamsia bisa mengakibatkan kompleksitas serius serta fatal untuk ibu hamil dan janin. Bila kamu alami preeklamsia, perawatan yang paling efisien dengan melahirkan bayi kamu. Bahkan juga sesudah melahirkan, masih butuh waktu untuk kamu untuk jadi lebih baik.

Bila ibu didiagnosa dengan preeklamsia terlampau awal dalam kehamilan untuk melahirkan bayi, ibu dan dokter akan hadapi pekerjaan yang melawan. Bayi memerlukan lebih beberapa waktu menjadi dewasa. Walau demikian, ibu harus menghindar menyesuaikan diri atau bayi dalam resiko kompleksitas serius.

Pengecekan untuk Diagnosis Preeklamsia

Preeklamsia paling umum terjadi sepanjang kehamilan pertama, walau bisa terjadi pada kehamilan yang lain. Preeklampsia didiagnosa oleh tekanan darah tinggi yang berkembang untuk pertamanya kali sesudah tengah kehamilan atau sesudah melahirkan.

Hal itu biasanya terkait dengan tingginya kandungan protein dalam urien dan/atau semakin bertambah parahnya pengurangan trombosit darah, permasalahan dengan ginjal atau hati, cairan di paru-paru, atau pertanda masalah otak seperti sakit di kepala kronis dan/atau masalah pandangan. Berikut beberapa pengecekan untuk diagnosis preeklamsia:

1. Penekanan Darah

Salah satunya pengecekan yang sudah dilakukan untuk diagnosis preeklamsia ialah tekanan darah. Dokter akan menghitung tekanan darah tiap dilaksanakan janji jumpa. Penekanan bisa bervariatif di lengan yang lain, jadi minta pada dokter untuk memakai lengan yang serupa setiap saat.

Tekanan darah tinggi diartikan sebagai tekanan darah 140/90 atau semakin besar, diukur pada dua peluang terpisah sepanjang enam jam. Tekanan darah tinggi yang kronis, yang hasilnya capai atau semakin besar dari 160/110, memerlukan perawatan selekasnya baik sepanjang kehamilan dan pada beberapa minggu pertama sesudah melahirkan.

2. Urinalisis

Ginjal yang sehat tidak biarkan sebagian besar protein masuk ke urine. Bila protein teridentifikasi dalam test skrining dipstick urine, kamu kemungkinan disuruh untuk kumpulkan semua urine dalam kendi sepanjang 12 atau 24 jam. Maksudnya untuk tentukan jumlah protein yang lenyap.

Urine ini akan dites untuk menyaksikan kandungannya lebih dari 300 miligram protein dalam satu hari. Jumlah protein dalam urine kamu lebih dari 300 miligram pada sebuah hari bisa memberikan indikasi preeklamsia. Tetapi, jumlah protein tidak tentukan berapa kronis preeklamsia yang kemungkinan terjadi.

3. Test Skrining Opsional

Ada beberapa test biomarker yang diperkembangkan untuk meramalkan atau menganalisis preeklamsia. Salah satunya test ini menghitung kandungan protein yang disebutkan PAPP-A. Tingkat PAPP-A yang rendah dihubungkan dengan kompleksitas kehamilan seperti preeklampsia. Tingkat PAPP-A yang rendah menjadi pertanda resiko yang semakin tinggi, tapi itu tak berarti kamu pasti alami preeklampsia.

Test skrining lain bisa mengecek wanita hamil untuk kandungan AFP janin. AFP atau alpha-fetoprotein ialah protein plasma yang diketemukan pada janin. AFP tinggi memperlihatkan cidera plasenta dan resiko Limitasi Perkembangan Intrauterin (IUGR), yang mengarah pada keadaan saat bayi yang belum lahir lebih kecil dibandingkan yang normal.

4. Mengawasi Perubahan Bayi

Preeklamsia memiliki arti bayi kamu harus juga dipantau lebih jeli. Kamu kemungkinan direncanakan untuk pengecekan ultrasonografi untuk pastikan perkembangan bayi tidak dipengaruhi dan jika saluran darah lewat tali pusat dan plasenta normal. Bila tanda-tanda ada secara cepat mendekati akhir kehamilan atau sepanjang persalinan, kamu bisa terima pengawasan janin terus-terusan di rumah sakit.

~ Artikel Dengan Tema Cara Pemeriksaan untuk Deteksi Preeklamsia - ini Di Tulis Oleh Nabila Clara Safitri