Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Infeksi Streptococcus - Pemicu, Gejala dan Mengobatinya

Bakteri Streptococcus biasanya hidup dan tumbuh di badan manusia tanpa memunculkan penyakit yang serius. Tetapi, beberapa type bakteri Streptococcus bisa mengakibatkan infeksi, dimulai dari yang tanda-tandanya tidak demikian mengusik sampai yang dapat mencelakakan nyawa.

Berikut ialah beberapa macam bakteri Streptococcus dan masing-masing keterangan infeksinya:

Bakteri Streptococcus type A

Streptococcus type A biasanya mengakibatkan infeksi di kerongkongan dan kulit. Beberapa keadaan yang bisa disebabkan karena bakteri ini ialah demam Scarlet, radang kerongkongan, demam rematik, impetigo, dan glomerulonefritis.

Bakteri Streptococcus type B

Bakteri ini tersering mengakibatkan sepsis, pneumonia, dan meningitis pada bayi. Ke orang dewasa, Streptococcus type B menyebabkan infeksi aliran kemih, infeksi kulit, infeksi jaringan lunak (selulitis), sepsis, infeksi tulang dan persendian, dan pneumonia.

Pemicu dan Penyebaran Infeksi Streptococcus

Beberapa faktor resiko dan langkah penyebaran bakteri Streptococcus A dan B berlainan. Berikut penuturannya:

Streptococcus type A

Bakteri Streptococcus type A bisa hidup di kulit dan kerongkongan manusia tanpa mengakibatkan infeksi. Tetapi, penyebaran masih tetap dapat terjadi bila:

  • Berkontak langsung, misalkan dengan bersinggungan atau berciuman, sama orang yang terkena atau bawa bakteri Streptococcus type A
  • Sentuh permukaan yang tekontaminasi
  • Mengisap recikan air liur orang yang terkena atau bawa bakteri Streptococcus type A
  • Konsumsi makanan yang tercemar
  • Memakai alat makan yang tercemar

Faktor-faktor resiko yang bisa tingkatkan resiko seorang terserang infeksi bakteri Streptococcus type A ialah:

  • Terserang penyakit akut atau keadaan yang mengusik mekanisme ketahanan tubuh, seperti kanker, diabetes, dan tidak berhasil ginjal
  • Memakai beberapa obat kortikosteroid
  • Mempunyai cedera robek atau cedera terbuka di kulit, seperti cedera irisan, lecet, atau cedera sisa perlakuan klinis

Tingkat keparahan keadaan yang dirasakan bergantung dari watak bakteri dan reaksi badan pasien. Misalkan, beberapa macam bakteri Streptococcus type A bisa hasilkan toksin atau protein yang unik. Toksin dan protein ini berperanan pada proses berlangsungnya penyakit pada manusia.

Streptococcus type B

Bakteri Streptococcus type B ialah bakteri yang sebetulnya tidak beresiko untuk orang dewasa. Bakteri ini hidup di usus, vagina, dan tempat dubur. Tetapi, sama dengan bakteri Streptococcus type A, bakteri Streptococcus type B juga bisa mengakibatkan infeksi.

Bakteri ini bisa tinggal sementara atau dalam waktu lama di badan orang dewasa. Skema penebarannya belumlah diketahui. Tetapi, bakteri ini tidak menebar lewat makanan, air, atau hubungan seks.

Ke orang dewasa, resiko diserang infeksi bakteri Streptococcus type B semakin tinggi bila ada faktor-faktor berikut ini:

  • Berumur di atas 65 tahun
  • Menanggung derita keadaan yang mengusik ketahanan badan, seperti kanker, diabetes, atau HIV
  • Menanggung derita kegemukan, penyakit liver, dan masalah jantung atau pembuluh darah

Bakteri Streptococcus type B dapat memunculkan permasalahan pada bayi baru lahir. Bakteri ini disebarkan dari vagina ke bayi di saat proses persalinan normal. Faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko infeksi bakteri Streptococcus type B pada bayi mencakup:

  • Kelahiran prematur
  • Air ketuban telah pecah 18 jam ataupun lebih saat sebelum kelahiran
  • Plasenta (ari-ari) atau air ketuban terkena
  • Ibu dipastikan mempunyai bakteri ini pada tubuh di akhir periode kehamilan
  • Ibu pernah melahirkan anak yang terkena
  • Ibu alami demam saat persalinan

Tanda-tanda Infeksi Streptococcus

Masing-masing type Streptococcus bisa mengakibatkan penyakit yang lain dan setiap penyakit mempunyai tanda-tandanya masing-masing. Penuturannya ialah seperti berikut:

Streptococcus type A

Infeksi bakteri Streptococcus type A bisa dirasakan oleh semua kelompok umur. Berikut sebagai keluh kesah yang ada berdasar penyakit yang disebabkan karena bakteri Streptococcus type A:

Radang kerongkongan:

  • Demam
  • Susah menelan atau disfagia
  • Bintik merah di kerongkongan dengan kotoran warna putih atau abu-abu
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Lemas
  • Bengkak kelenjar getah bening

Demam Scarlet:

  • Garis-garis merah yang ada disekitaran ketiak, siku, dan lutut
  • Lidah lebam dan bergelombang
  • Ada bintik merah, putih, atau kuning di kerongkongan
  • Demam
  • Amandel membesar
  • Muntah dan mual
  • Sakit di kepala
  • Kulit disekitaran bibir pucat
  • Muka memeras

Demam reumatik:

  • Demam
  • Kecapekan
  • Ngilu persendian
  • Persendian kemerahan, membesar, atau berasa panas
  • Pergerakan menghentak pada tangan, kaki, atau kepala yang terjadi tanpa diinginkan
  • Tonjolan kecil dan ruam di kulit
  • Ngilu dada
  • Berisik jantung yang tidak normal

Impetigo:

  • Cedera seperti lepuhan di badan, biasanya di tempat muka, yang cepat jadi membesar dan pecah
  • Tempat yang lembap dan basah karena pecahan lepuhan
  • Kerak warna coklat keemasan karena cairan yang jadi kering

Glomerulonephritis:

  • Tekanan darah tinggi
  • Urine warna kemerahan dan berbuih
  • Bengkak di muka, tungkai, dan perut

Disamping itu, bakter Streptococcus pyogenes bisa juga mengontaminasi susunan kulit tengah (susunan dermis). Infeksi ini namanya erisipelas.

Streptococcus type B

Infeksi bakteri Streptococcus type B bisa terjadi ke orang dewasa dan bayi. Ke orang dewasa, bakteri Streptococcus type B bisa mengakibatkan keadaan berikut ini:

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak, yang diikuti dengan tempat kemerahan yang dirasa panas dan ngilu
  • Infeksi paru (pneumonia), yang diikuti dengan napas sesak dan batuk
  • Infeksi aliran kemih, yang diikuti dengan ngilu saat berkemih, susah meredam buang air kecil, dan urine kotor
  • Meningitis atau radang selaput otak, yang diikuti dengan demam, ngilu kepala, dan kaku pada leher
  • Sepsis, yang diikuti dengan demam, menggigil, napas cepat, dan pengurangan kesadaran

Dan tanda-tanda yang ada pada bayi dipisah berdasar waktu keberadaannya. Tanda-tanda awal atau yang ada dalam kurun waktu 24 jam sesudah bayi dilahirkan, berbentuk:

  • Susah menyusu
  • Bayi condong tidur terus dan susah dibangunkan
  • Napas mengorok
  • Napas benar-benar lamban atau cepat sekali
  • Detak jantung benar-benar lamban atau cepat sekali

Sementara, tanda-tanda lamban atau yang ada satu minggu atau tiga bulan sesudah dilahirkan, diantaranya:

  • Demam
  • Susah menyusu
  • Napas sesak atau mengorok
  • Kerap mengantuk
  • Badan berasa lemas atau kaku
  • Rewel
  • Muntah
  • Diare
  • Kulit warna kebiruan (sianosis)
  • Kejang

Penyembuhan Infeksi Streptococcus

Untuk menangani infeksi Streptococcus, dokter akan memberi antibiotik pada pasien. Antibiotik bisa menurunkan tanda-tanda sekalian menahan penyebaran ke seseorang. Tipe dan jumlah antibiotik yang diberi dapat berbeda, bergantung keadaan pasien.

Berikut perlakuan yang sudah dilakukan dokter pada masing-masing tipe infeksi Streptococcus:

Infeksi Streptococcus type A

Untuk menangani infeksi Streptococcus type A, dokter akan memberi resep antibiotik kelompok penisilin, misalnya:

  • Penisilin
  • Amoxicillin
  • Sefalosporin
  • Obat itu bisa dimakan dengan diminum. Tetapi, bila infeksinya berat, obat akan diberi lewat infus.

Pada pasien yang mempunyai alergi pada obat penisilin, dokter akan memberi antibiotik erythromycin atau azithromycin sebagai alternatif. Besarnya jumlah yang diberi akan disamakan dengan keadaan pasien.

Pada keadaan tertentu, proses operasi perlu dilaksanakan untuk mengusung kumpulan sel tubuh yang mati karena infeksi. Maksudnya untuk menahan penebaran bakteri pada tubuh.

Infeksi Streptococcus type B

Untuk tangani infeksi Streptococcus type B, antibiotik yang bisa diberi dokter ialah penisilin dan ampicillin. Tetapi, pada pasien yang mempunyai kisah alergi pada penisilin, dokter bisa memberi antibiotik cefazolin, clindamycin, atau vancomycin.

Ibu hamil yang diperhitungkan terkena Streptococcus type B akan diberi antibiotik sepanjang persalinan, terlebih bila:

  • Kelihatan pertanda persalinan prematur
  • Air ketuban sudah pecah sepanjang 18 jam ataupun lebih
  • Ibu alami demam sepanjang proses melahirkan.

Pemberian antibiotik untuk ibu selama saat persalinan bisa kurangi kekuatan timbulnya tanda-tanda awal infeksi Streptococcus type B pada bayi, tapi tidak bisa menahan munculnya tanda-tanda yang timbulnya lamban.

Sama dengan pengatasan infeksi Streptococcus type A, beberapa keadaan karena infeksi Streptococcus type B kemungkinan perlu diatasi dengan proses operasi. Perlakuan operasi mempunyai tujuan untuk mengusung jaringan lunak, kulit, atau tulang yang terkena.

Penangkalan Infeksi Streptococcus

Penangkalan infeksi Streptococcus Streptococcus type A bisa dilaksanakan dengan menghindar resiko berlangsungnya penyebaran, misalnya:

  • Membersihkan tangan sesudah melakukan aktivitas
  • Tidak share gunakan perlengkapan makan, seperti sendok, piring, atau gelas
  • Memakai masker, khususnya saat sedang sakit atau ada di sekeliling orang yang sakit
  • Bersihkan beberapa barang yang kemungkinan tercemar

Untuk menahan infeksi Streptococcus type B pada bayi baru lahir, ibu hamil disarankan lakukan pengecekan teratur, khususnya di trimester ke-3 kehamilan, supaya pengatasan bisa selekasnya dilaksanakan jika teridentifikasi pertanda infeksi.

~ Artikel Dengan Tema Infeksi Streptococcus - Pemicu, Gejala dan Mengobatinya - ini Di Tulis Oleh Patricia Hartati





Topik mengenai menstruasi jangan dibahas sekaligus dalam satu waktu, tapi jelaskanlah pada anak perempuan secara bertahap. Ibu mungkin bisa memanfaatkan waktu-waktu santai untuk mengajak anak membicarakan mengenai topik tersebut.

Berikut tips mempersiapkan anak perempuan untuk menstruasi pertama:

1. Persiapkan diri dengan pemahaman yang benar tentang menstruasi

Pertama-tama, sebelum membahas tentang menstruasi pada anak, ibu tentu saja perlu mempelajari lagi fakta-fakta mengenai menstruasi. Ibu bisa membaca lagi buku-buku atau artikel yang membahas siklus bulanan tersebut, agar ibu bisa menjelaskannya pada anak dengan benar.

2. Jujur, terbuka, dan positif

Saat menjelaskan menstruasi pada anak perempuan, diperlukan sikap terbuka, jujur, dan positif untuk membuat anak siap menghadapi perubahan tubuh di masa pubertas. Jangan ada yang ditutupi karena menganggapnya tabu. Bila anak bertanya lebih jauh, seperti tentang proses kehamilan, dan lain-lain, ibu juga perlu menjelaskannya dengan terbuka.

Penting juga untuk menjelaskan bahwa dengan terjadinya menstruasi dan perubahan tubuh, itu artinya ia memiliki tubuh yang sehat, normal, yang bekerja dengan baik. Jika pengalaman menstruasi pertama ibu tidak menyenangkan, bukan berarti anak akan mengalami hal yang sama.

3. Hal yang perlu anak ketahui mengenai menstruasi

Tunjukkan pada anak gambar di mana ovarium, rahim, dan vaginanya berada. Jelaskan bagaimana anak perempuan dilahirkan dengan dua indung telur yang berisi ribuan sel telur, dan setiap bulan ovarium melepaskan sel telur yang berjalan ke bawah dan “menggantung” di dalam rahim.

Jika sel telur tidak dibuahi, maka sel telur dan lapisan rahim dikeluarkan melalui vagina dalam bentuk darah. Jelaskan padanya bahwa darah yang keluar bisa berwarna merah cerah, merah muda, atau cokelat, dan meskipun mungkin terlihat banyak, jumlahnya hanya sekitar 3-5 sendok makan.

Ibu juga bisa menjelaskan bahwa menstruasi biasanya datang setiap 28 hari, tetapi juga bisa terjadi antara 21-35 hari, dan biasanya berlangsung sekitar 3-7 hari. Jelaskan juga bahwa aliran darah terberat adalah selama 1-3 hari pertama, dan menjadi berkurang menjelang akhir.

Ingat, ketika putri ibu mendapatkan menstruasi pertama, ia mungkin tidak mengalaminya setiap bulan. Katakanlah bahwa ini bisa menjadi normal, dan siklus menstruasinya mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan agar teratur.

4. Semangati anak

Beritahu putri ibu bahwa saat menstruasi, ia tetap bisa menjalani aktivitasnya seperti biasa. Meskipun mungkin akan muncul rasa kram dan nyeri sebelum atau saat hari pertama menstruasi, tapi hal itu normal dan tidak akan terjadi berlangsung lama. Beritahu juga pada anak agar tidak perlu takut dengan darah yang keluar dari tubuhnya.

5. Cari keperluan menstruasi bersama

Beritahu anak bahwa ada beberapa perlengkapan yang diperlukan saat menstruasi, mulai dari pembalut, tampon, hingga celana dalam. Ajarkan cara menggunakannya, menggantinya, dan biarkan anak yang memilih jenis penampung menstruasi yang nyaman menurutnya.

6. Ajarkan anak bagaimana penanganan saat menstruasi terjadi

Menjelaskan menstruasi dari segi teori mungkin tidak membutuhkan waktu banyak. Namun, mengajarkan anak bagaimana penanganan saat menstruasi pertama terjadi, mungkin akan lebih membutuhkan waktu. Setidaknya sampai ia terbiasa pada saat periode berikutnya.

Salah satu hal yang mungkin dikhawatirkan anak, yaitu ketika menstruasi pertama terjadi saat ia tidak bersama dengan ibunya, misalnya di sekolah. Untuk itu, ajarkan tentang cara menggunakan dan mengganti pembalut. Ajarkan pula cara mengatasi bila darah menstruasi tembus ke rok seragam sekolah. 

Untuk itu, persiapkan anak agar ia selalu membawa pembalut ekstra, celana dalam ganti dan seragam cadangan saat periode menstruasi sedang berlangsung. Pastikan anak selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan pakaian kotornya. Hal ini akan dipenuhi dengan kejutan, tapi seiring dengan waktu, anak akan mulai terbiasa.

Di Teruskan Oleh : Jagaraga Widodo ( Tips Mempersiapkan Anak Perempuan untuk Menstruasi Pertama )