Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Face lifting - Manfaat, Tujuan dan Prosedurnya

Seiring bertambahnya usia, kulit dan jaringan secara alami kehilangan elastisitasnya. Hal ini menyebabkan kulit kendur dan keriput. Face lifting atau yang juga dikenal sebagai rhytidectomy, adalah prosedur bedah yang dapat mengangkat dan mengencangkan jaringan wajah yang mengendur.

Prosedur ini dilakukan dengan menghilangkan kelebihan kulit, menghaluskan lipatan atau kerutan, dan mengencangkan jaringan wajah. Ini tidak termasuk mengangkat alis atau mata, meskipun ini mungkin dilakukan pada waktu yang sama.

Perawatan ini hanya difokuskan pada dua pertiga bagian bawah wajah dan seringkali leher atau décolletage. Orang mendapatkan perawatan ini karena banyak alasan berbeda. Alasan yang umum adalah untuk membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan kulit .

Tujuan Face Lifting

Tujuan face lifting adalah memperbaiki tampilan kulit yang berubah seiring bertambahnya usia. Penuaan membuat kulit menjadi lebih kendur dan tidak mudah patah kembali. Timbunan lemak berkurang di beberapa area wajah dan meningkat di area lain.

Untuk mengembalikan tampilan kulit yang kencang seperti masih muda, prosedur inibisa dilakukan. Pengencangan wajah dapat mengatasi perubahan terkait usia, seperti:

  • Penampilan pipi yang kendur.
  • Kelebihan kulit di rahang bawah.
  • Lipatan kulit dalam dari sisi hidung ke sudut mulut.
  • Kulit kendur dan lemak berlebih di leher .
  • Perlu diketahui bahwa prosedur ini bukanlah perawatan untuk kerutan halus, kerusakan akibat sinar matahari, kerutan di sekitar hidung dan bibir atas, atau warna kulit yang tidak merata.

Manfaat Face Lifting

Manfaat perawatan ini adalah memperbaiki penampilan yang berubah terkait penuaan. Dengan begitu, kulit bisa terlihat lebih muda dan kencang, sehingga rasa percaya diri pun bisa meningkat.

Kapan Harus Melakukan Face Lifting?

Face lifting bisa dilakukan jika kamu mengalami tanda-tanda penuaan pada kulit, seperti kerutan, kulit kendur, dan muncul garis-garis halus. Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan perawatan ini. Terutama yang memiliki kondisi medis tertentu, yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk pemulihan.

Kandidat terbaik untuk perawatan ini adalah orang yang memiliki tanda-tanda penuaan wajah, tetapi masih memiliki elastisitas kulit. Umumnya, orang yang yang berusia 40-an hingga 60-an, meskipun orang yang lebih muda atau lebih tua dari rentang tersebut masih boleh menjalani prosedur ini

Prosedur Face Lifting

Ada banyak langkah yang terlibat dalam prosedur face lifting. Prosedur diawali dengan anestesi. Dokter akan melakukan operasi saat kamu sudah mendapatkan anestesi umum atau melalui sedasi IV. Prosedur mana yang terbaik akan dipilih dokter tergantung berbagai faktor. 

Setelah mendapatkan anestesi umum, prosedurnya adalah membuat sayatan. Tergantung pada jenis perawatan yang didapatkan, dokter dapat membuat sayatan di beberapa tempat seperti:

  • Di garis rambut dan pelipis.
  • Di sekitar telinga.
  • Di kulit kepala bagian bawah.
  • Di bawah dagu.
  • Di dalam mulut.

Ukuran sayatan juga akan bervariasi berdasarkan jenis perawatan yang didapatkan. Dokter bedah akan mendiskusikan semua ini dengan kamu sebelum operasi.

Setelah membuat sayatan, dokter akan melakukan reposisi atau menghilangkan kulit wajah dan/atau lemak dan mengencangkan otot-otot wajah. Bergantung pada jenis perawatan yang didapatkan, dokter mungkin hanya melakukan salah satu dari tindakan ini atau semuanya. 

Setelah prosedur, dokter akan menutup sayatan dengan salah satu opsi berikut ini:

  • Jahitan larut.
  • Jahitan yang perlu dilepas setelah beberapa hari.
  • Lem kulit.

~ Artikel Dengan Tema Face lifting - Manfaat, Tujuan dan Prosedurnya - ini Di Tulis Oleh Pardi Waskita M.TI.