Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Diagnosis dan Pencegahan Kanker Kandung Kemih

Bladder Cancer Diagnosis and Prevention

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, serta apakah pasien pernah terpapar zat kimia yang dapat meningkatkan risiko menderita kanker kandung kemih.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi keberadaan benjolan yang mungkin menandakan kanker.

Jika terdapat dugaan kanker kandung kemih, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes sitologi urine, untuk mendeteksi keberadaan sel-sel kanker di dalam sampel urine pasien
  • Pemindaian dengan MRI, CT scan, atau foto Rontgen yang dilengkapi zat kontras, untuk melihat kondisi kandung kemih
  • Sistoskopi, untuk melihat kondisi kandung kemih melalui selang kecil berkamera
  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi) dari kandung kemih, untuk mendeteksi sel-sel kanker pada sampel jaringan yang diambil

Setelah pasien dipastikan terkena kanker kandung kemih, dokter akan menentukan stadium atau tingkat keparahan kondisi. Penentuan ini akan membantu dokter dalam menentukan metode pengobatan yang tepat.

Kanker kandung kemih dibagi menjadi 5 stadium, dari stadium 0 hingga stadium 4. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Stadium 0. Kanker belum menyebar melewati lapisan kandung kemih.
  • Stadium I. Kanker telah melewati lapisan kandung kemih, tetapi belum mencapai lapisan otot di kandung kemih.
  • Stadium II. Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot di kandung kemih.
  • Stadium III. Kanker telah menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih.
  • Stadium IV. Kanker telah menyebar ke organ lain di sekitar kandung kemih, seperti kelenjar getah bening, tulang, hati, dan paru-paru.

Komplikasi Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih dapat menyebar (metastasis) ke organ lain di sekitarnya, seperti kelenjar getah bening di panggul, hati, paru-paru, dan tulang. Komplikasi lain yang dapat terjadi adalah:

  • Kurang darah (anemia)
  • Disfungsi ereksi pada pria
  • Disfungsi seksual pada wanita
  • Buang air kecil tidak terkontrol (inkontinensia urine)
  • Pembengkakan ginjal dan ureter (hidronefrosis)
  • Penyempitan uretra (striktur uretra)

Pencegahan Kanker Kandung Kemih

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, belum diketahui apa yang menyebabkan kanker kandung kemih. Oleh sebab itu, sulit untuk mencegah penyakit ini.

Kendati demikian, risiko terserang kanker kandung kemih bisa dikurangi dengan menjalani pola hidup sehat, seperti:

  • Hentikan kebiasaan merokok dan jauhi paparan asap rokok.
  • Hindari paparan kimia, yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri dan mengikuti prosedur keselamatan di lingkungan kerja.
  • Hindari minum dan mandi dengan air sungai atau danau, untuk menghindari skistosomiasis yang dapat berkembang menjadi kanker kandung kemih.
  • Cukupi kebutuhan minum air
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan.
  • Lakukan olahraga rutin untuk menjaga kesehatan tubuh.

~ Artikel Dengan Tema Diagnosis dan Pencegahan Kanker Kandung Kemih - ini Di Tulis Oleh Cahyo Gunawan S.Gz