Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Diabetes Gestasional - Penyebab, Gejala dan Pengobatanya

Pemicu diabetes gestasional belumlah diketahui dengan cara tepat. Tetapi, keadaan ini diperhitungkan muncul karena badan menghasilkan semakin banyak hormon estrogen, HPL (human placental lactogen), growth hormone, dan kortisol, sepanjang kehamilan.

Kenaikan jumlah hormon itu membuat badan lebih susah mengolah gula darah. Keadaan itu diberi nama dengan kekebalan insulin. Mengakibatkan, kandungan gula darah bertambah dan memunculkan keluh kesah diabetes gestasional.

Tanda-tanda Diabetes Gestasional

Tanda-tanda diabetes gestasional ada saat kandungan gula darah terlampau tinggi (hiperglikemia). Gejala dan tanda itu diantaranya:

  • Kerap berasa haus
  • Frekwensi buang air kecil bertambah
  • Mulut kering
  • Gampang capek
  • Pandangan kabur

Harus dipahami jika gejala-gejala itu biasa terjadi pada ibu hamil. Oleh karenanya, ibu hamil disarankan konsultasi ke dokter dan memeriksa diri secara periodik.

Analisis Diabetes Gestasional

Untuk menganalisis diabetes gestasional, dokter akan ajukan pertanyaan mengenai tanda-tanda yang dirasakan, dan kisah kesehatan pasien dan keluarga. Kemudian, dokter akan lakukan test skrining dan analisis.

Test skrining untuk diabetes gestasional dilaksanakan pada umur kehamilan 24 minggu ke atas. Pengecekan ini bisa juga dilaksanakan pada ibu hamil yang tidak alami tanda-tanda dan kisah diabetes type 1 atau 2. Test itu mencakup:

  • Test toleran glukosa oral (TTGO) awalnya
Pada test ini, dokter akan mengecek kandungan gula darah pasien 1 jam sebelum serta sesudah minum larutan glukosa. Jika hasil TTGO awalnya memperlihatkan kandungan gula darah di atas 130-140 mg/dL, pasien akan disarankan untuk jalani TTGO kelanjutan.

  • Test toleran glukosa oral (TTGO) kelanjutan
TTGO kelanjutan dilaksanakan dengan memberi larutan glukosa dengan kandungan gula semakin tinggi dari tes pertama. Kemudian, kandungan gula darah pasien dicheck 3x dalam 3 jam. Pasien dipastikan menanggung derita diabetes gestasional bila 2x pengecekan memperlihatkan kandungan gula darah tinggi.

Selainnya test toleran glukosa oral, dokter akan lakukan pengecekan yang lain, salah satunya:

  • Test HbA1c, untuk ketahui rata-rata kandungan gula darah dalam waktu 3 bulan akhir
  • Test urine, untuk ketahui kandungan protein, keton, dan kreatinin dalam urine
  • USG kandungan, untuk menghitung prediksi panjang dan berat tubuh janin
  • Rekam jantung, untuk mengetahui abnormalitas jantung yang bisa mengisyaratkan kompleksitas hiperglikemia

Pengobatan Diabetes Gestasional

Pengatasan diabetes gestasional mempunyai tujuan untuk mengontrol kandungan gula darah dan menahan kompleksitas kehamilan dan persalinan. Sistem penyembuhannya bisa berbentuk diet, olahraga, atau beberapa obat. Berikut penuturannya:

  • Diet
Dokter akan merekomendasikan peralihan skema makan untuk mengatur kandungan gula darah. Pasien akan disarankan untuk banyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan beberapa bijian. Dokter akan menyarankan pasien untuk batasi konsumsi minuman dan makanan yang memiliki kandungan lemak jemu dan gula tinggi.

  • Olahraga
Teratur olahraga sepanjang hamil bisa menolong turunkan kandungan gula darah. Oleh karenanya, ibu hamil dianjurkan untuk konsultasi sama dokter berkaitan tipe olahraga yang sesuai keadaan kesehatan.

Selainnya bisa turunkan gula darah, teratur olahraga dapat memudahkan beragam keluh kesah berkaitan kehamilan, seperti sakit punggung, kram, kaki lebam, sembelit, dan sulit tidur.

  • Beberapa obat
Bila diet dan olahraga tidak efisien dalam tangani diabetes gestasional, dokter bisa memberi resep beberapa obat untuk turunkan kandungan gula darah. Obat minum yang diresepkan dokter ialah metformin. Jika dibutuhkan, dokter dapat memberi insulin suntik.

Pencegahan Diabetes Gestasional

Belumlah diketahui dengan cara tepat langkah untuk menahan diabetes gestasional. Meskipun begitu, ada banyak usaha yang bisa dilaksanakan untuk turunkan resiko terserang diabetes gestasional, yakni:

  • Konsumsi makanan bergizi komplet dan imbang, khususnya sayur, buah-buahan, dan beberapa bijian
  • Batasi mengonsumsi makanan cepat sajian dan minuman atau makanan yang memiliki kandungan gula tinggi
  • Makan dalam jatah kecil, tapi seringkali
  • Makan dengan agenda yang teratur
  • Teratur olahraga baik saat sebelum atau sepanjang kehamilan sama sesuai keadaan kesehatan
  • Mengawali kehamilan dengan berat tubuh bagus
  • Menghindar peningkatan berat tubuh terlalu berlebih sepanjang kehamilan

~ Artikel Dengan Tema Diabetes Gestasional - ini Di Tulis Oleh Violet Nasyiah