Web Analytics Made Easy - Statcounter
View My Stats

Alasan Wanita Lebih Rentan Terserang Anemia Defisiensi Besi

Salah satu alasan wanita lebih rentan mengalami anemia defisiensi besi adalah menstruasi. Wanita mengalami perdarahan setiap bulannya saat menstruasi. Bila menstruasi berlangsung cukup lama dan jumlah darah yang keluar sangat banyak, maka tubuh akan kekurangan zat besi.

Selain itu, wanita yang hamil pun rentan mengalami anemia defisiensi besi, karena zat besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan darah dalam tubuhnya yang meningkat, serta memenuhi kebutuhan hemoglobin untuk perkembangan janin. Itulah mengapa ibu hamil disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Berbagai faktor lainnya yang juga bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia defisiensi besi, antara lain:

Kekurangan Darah

Pada dasarnya, ketika sel darah merah pecah maka kandungan zat besi yang terdapat di dalamnya akan digunakan kembali untuk membuat sel darah baru. Namun bila tubuh kekurangan sel darah merah terlalu banyak, maka jumlah zat besi dalam tubuh akan menurun. Ketika tubuh tidak bisa menyediakan zat besi yang cukup untuk membuat sel darah baru, maka kondisi anemia akan semakin memburuk.

Bagi wanita, menstruasi yang berlangsung cukup lama bisa menjadi penyebab anemia defisiensi zat besi. Hal ini karena zat besi dalam tubuh menurun drastis akibat tubuh kehilangan banyak darah saat menstruasi. Selain itu, pendarahan gastrointestinal juga bisa mengurangi tingkat zat besi dalam darah.

Ada pula kondisi lainnya yang bisa menyebabkan kekurangan darah, contohnya kekurangan darah akibat cedera atau operasi. Kekurangan arah juga bisa diakibatkan oleh lambung peptikum, hernia hiatal, polip usus besar, ataupun kanker kolorektal.

Tubuh Tak Dapat Menyerap Zat Besi

Tubuh yang tak mampu menyerap zat besi bisa memicu terjadinya anemia jenis ini. Bahkan, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, ada kemungkinan tubuh tak dapat menyerapnya. Kondisi ini bisa disebabkan karena konsumsi obat untuk mengurangi asam lambung yang memengaruhi zat besi tubuh.

Selain itu, operasi pengangkatan bagian usus juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan nutrisi lainnya. Di samping itu, ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi juga bisa jadi merupakan gejala penyakit celiac atau Crohn.

Kurang Asupan Zat Besi

Sesuai namanya, anemia defisiensi besi juga bisa disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Zat besi sendiri diperlukan untuk menghasilkan komponen sel darah merah, sebutannya hemoglobin. Nah, ketika tubuh mengalami anemia defisiensi besi, maka sel darah merah juga akan mengalami kekurangan pasokan hemoglobin. Padahal, hemoglobin ini berfungsi untuk mengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Untuk mengatasi hal ini, pengidapnya bisa kok memilih makanan yang kaya zat besi seperti daging merah. Selain daging merah, sayur-sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan juga banyak mengandung zat besi. Ada baiknya konsumsi makanan di atas juga diiringi dengan minuman atau buah yang kaya vitamin C. Misalnya, sari buah jeruk atau buah lainnya yang kaya vitamin C. Alasannya, vitamin ini dapat membantu tubuh untuk menyerap zat besi.

~ Artikel Dengan Tema Anemia Defisiensi Besi - ini Di Tulis Oleh Tirtayasa Mandala





Asam salisilat merupakan kandungan bahan aktif yang kerap ditemukan dalam sejumlah produk pengobatan jerawat. Anda bisa menemukannya dalam sejumlah obat totol jerawat hingga sabun cuci muka.

Kandungan ini dapat mengurangi pembengkakan dan kemerahan pada kulit sekaligus membersihkan kotoran dan sel-sel kulit mati dari pori-pori. Produk perawatan kulit mengandung asam salisilat cocok digunakan untuk mengurangi tampilan semua jenis bekas jerawat.

Meski begitu, kandungan ini dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi. Jadi, pemilik kulit sensitif sebaiknya perlu berhati-hati saat melakukan cara menghilangkan bopeng bekas jerawat dengan krim ini. 

Bila perlu, lakukan tes pada kulit tangan dulu sebelum menggunakannya.

Di Teruskan Oleh : Michelle Winarsih ( Apakah Asam Salisilat bisa Mengatasi Bopeng Bekas Jerawat?? ini penjelasanya )







Asam alfa hidroksi (AHA) juga kerap ditemukan dalam sejumlah produk perawatan kulit untuk menghilangkan bekas jerawat.

Kandungannya dinilai dapat menyingkirkan sel-sel kulit mati dan mencegah penyumbatan pori-pori. Tidak hanya itu, fungsi AHA juga bisa mengurangi tampilan bekas jerawat yang membandel.

Tidak hanya itu, AHA mampu mengeksfoliasi lapisan kulit paling atas untuk menghilangkan kulit kasar dan warna kulit tidak merata sehingga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan bopeng bekas jerawat.

Di Teruskan Oleh : Paramita Mila Nuraini ( Apakah bahan yang Mengandung Asam Alfa Hidroksi ampuh untuk hilangkan bopeng?? ini jawabnya )







Selain AHA, asam laktat atau lactic acid juga sering kali ditemukan pada produk krim penghilang jerawat. Kandungan ini bekerja dengan cara mengikis lapisan sel kulit mati pada kulit untuk mengurangi tampilan bopeng bekas jerawat dan memperbaiki tekstur kulit. Sayangnya, asam laktat dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit, yaitu kulit terlihat berwarna lebih gelap. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk melakukan tes pada kulit terlebih dulu sebelum melakukan cara menghilangkan bopeng di wajah ini.

Di Teruskan Oleh : Samiah Widiastuti ( Apakah Asam Laktat ampuh untuk bopeng bekas jerawat? Ini jawabanya )







Penggunaan krim mengandung retinoid juga disebut-sebut sebagai cara menghilangkan bopeng di wajah yang efektif. Berdasarkan hasil studi yang dimuat dalam jurnal Dermatology and Therapy, krim yang sering diresepkan dokter kulit ini bekerja dengan cara mempercepat regenerasi sel, memperbaiki tekstur kulit, dan mengurangi perubahan warna kulit. Kendati demikian, retinoid dapat membuat kulit Anda sensitif terhadap paparan sinar matahari. Untuk itu, Anda disarankan untuk mengoleskan sunscreen atau tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan jika sedang menggunakan krim retinoid secara rutin.

Di Teruskan Oleh : Puput Maryati ( Apakah Retinoid sebagai Krim paling Efektif Menghilangkan Bopeng?? Ini penjelasannya )